Kelas Inspirasi Jakarta 4: KI is my lifestyle!

“Kenapa ikut Kelas Inspirasi lagi?”
Pertanyaan itu terlontar dari seorang sahabat yang tahu saya mendaftar jadi relawan KI untuk kedua kalinya. Sebelumnya, bulan April lalu saya sudah mengikuti Kelas Inspirasi Bekasi 2. Lalu kali ini giliran Kelas Inspirasi Jakarta 4 yang saya ikuti. “Abisnya seru. Berbagi mimpi sama anak-anak. Kenalan sama orang-orang baru. Bikin nagih gitu deh,” jawab saya mengemukakan alasan. Ibarat kata pepatah, Kelas Inspirasi is my lifestyle! Hehehe….

Kelas Inspirasi Bekasi 2: Berbagi Mimpi untuk Negeri

Ini semua berawal dari rasa bosan yang luar biasa dalam ketika saya hidup di Bogor. Entahlah, rasanya hidup saya hanya kerja-kosan-kerja-kosan. Sesekali wisata kuliner di Bogor. Kayak hidup saya tuh ga bermakna sama sekali. Saya pun mulai searching kira-kira kegiatan sosial apa yang bisa saya ikuti. Kalau bisa yang berkaitan dengan dunia anak-anak. Gooling sana sini, ketemu dua kegiatan yang sreg di hati saya. Satu komunitas Ayo Dongeng Indonesia. Satunya lagi Kelas Inspirasi.


Multi Fungsi G.A. Siwabessy

Menjadi wartawan majalah Aneka EBT (energi baru terbarukan) membuka kesempatan pada saya untuk belajar banyak hal. Mulai dari pembangkit listrik tenaga angin, mikro hidro, hingga nuklir. Saya pun mendapat amanah untuk meliput ke tempat-tempat luar biasa. Salah satunya adalah liputan ke reaktor nuklir milik Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Di tengah krisis kelistrikan yang kian parah, pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) menjadi alternatif sumber energi yang aman, bersih, dan efisien. Namun, PLTN masih menjadi polemik di masyarakat sehingga saya harus menemui para ahli nuklir untuk meminta penjelasan mengenai keuntungan dan bahaya nuklir.

Halo Fisika!

Jangan pernah membenci sesuatu secara berlebihan. Karena apa yang kau benci bisa saja harus kau hadapi di masa depan.

Balada Putri Bunga

Tahun lalu, saya mendaftar Pemilihan Puteri Bunga 2014. Awalnya iseng, tapi kemudian niat itu saya seriusi. Saya pun belajar banyak: mengenal bunga nusantara, menonton video cars merangkai bunga, dan melahap buku-buku kepribadian. Saya pikir tak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru, toh saya memenuhi semua syarat kontes itu, terutama usia. Tahun lalu adalah batas akhir saya berpeluang menjadi Puteri Bunga. 

Kisah Sedekah Pak Tua

Siang tadi sepulang membeli sesuatu untuk seseorang, saya berjumpa dengan seorang kakek di angkot. Bukan karena ia renta dan masih harus bekerja dengan mengamen yang membuat saya iba. Bukan itu, melainkan karena kakek ini kehilangan tangan kanannya. Ya, dia cacat. Penumpang angkot yang penuh hanya memandang kasihan, sedangkan si kakek selalu menoleh lantaran malu dikasihani. Lalu satu per satu penumpang turun, menyisakan saya dan kakek itu. Dan perang batin mulai terjadi di kepala saya. 
"Ayo Tika, kasih uang ke kakek itu. Sedekah." 
"Ngapain? Paling itu modus pengamen. Anak-anaknya kemana? Koq tega bapaknya disuruh kerja." 
"Ya udah, seenggaknya bayarin ongkosnya. Ga nyampe Rp5.000."
"Ya elah, ngasih pengamen seribu juga cukup kali." 

Catatan Perjalanan Sang Nona

Berjalanlah... Berjalanlah menjelajah bumi. Perintah itu ada dalam kitab suci. Kau akan mulai berkemas. Memilih dan memilah bekal perjalanan. Kadang kau akan membebani diri dengan barang bawaan yang tak perlu. Sedangkan barang penting justru alpa masuk di ranselmu. Tak apa. Kau akan sadar bahwa tak semua harta bisa dibawa. Ah, ini hanya perjalanan dunia yang fana. Sudahkah kau siapkan bekal untuk perjalanan abadi di sana?