Showing posts with label Kyoto Story. Show all posts
Showing posts with label Kyoto Story. Show all posts

The Best Gift Ever

My Sensei (Professor) and I were heading to Kyotango when he turned his car to Miketsukuni Wakasa Obama Food Cultural Center. "You need your own chopstick. I will give you as a graduation gift," said him. Obama city is famous as Japan's chopsticks capital, and Wakasa chopstick is one of the best chopsticks they ever have. 

Semarak Sakura di Kyoto Botanical Garden

Kirei desu ne!” Kalimat yang berarti “cantik yaa” dalam bahasa Jepang itu tak henti terucap dari bibir saya saat menjejakkan kaki di Kyoto Botanical Garden (植物園), Jepang. MasyaAllah tak henti-henti saya mengagumi keindahan sakura yang tengah semarak berbunga. Hal senada juga terucap dari bibir kawan-kawan yang baru pertama kali melihat sakura. Pesona pohon sakura ketika berbunga mekar memang luar biasa. Seluruh cabang, ranting, dan anak ranting penuh dengan bunga tanpa kehadiran daun sehingga sedap dipandang mata.

7 Nasihat Paling Diingat

Bulan Mei ini sudah 8 bulan aku tinggal di Kyoto. Ga kerasa yaah. Meh pinginnya bilang begitu. Tapi sebenernya kerasa banget! Ada hari-hari di mana hidup di Jepang terasa menyenangkan. I feels like I am living in my dream. Tengok aja instagram aku, isinya foto-foto narsis semua. Namun ada pula dark ages, masa di mana depresi datang menyapa. Hidup tuh rasanya hampaaa apalagi tanpa kau di sisiku #eaaa Kalau udah gitu, rasanya pengen loncat ke rel kereta pulang ke pangkuan Ibu Pertiwi aja. Biar bisa ngelendot manja gituuu 😅

Kyoto Story: The Guys Next Door

Alhamdulillah setelah mendapat beasiswa LPDP gue akhirnya jadi juga ke Jepang. Tepatnya di kota Kyoto. Kehidupan gue di Kyoto udah kayak drama Korea. Well, padahal gue baru hidup di sini beberapa hari yaa.. wkwkwk.. Tapi udah ada dua cerita tentang cowok-cowok penghuni apato (apartemen, red) gue.

Cerita pertama terjadi saat gue baru pertama kali tiba di apato. Gue dijemput senpai (senior, red) di bandara KIX karena doi tau gue bawa 2 koper segede gaban. Timbangan di bandara Soetta menunjukkan bobot koper gue seberat 29 kg dan 14 kg. Berat banget kan secara gue segala juga dibawa.