Tidak membuang kotoran sapi! Itu yang dilakukan para peternak sapi perah di Kecamatan
Pujon, Kabupaten Malang. Mereka memanfaatkan kotoran sapi untuk menghasilkan
energi. Dari telekong—nama lain kotoran sapi—para peternak mampu mengubahnya
menjadi biogas yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, misalnya untuk bahan
bakar genset, lampu penerangan, memasak, serta water heater (pemanas air) yang
sangat dibutuhkan bagi warga.
Showing posts with label New and Renewable Energy. Show all posts
Showing posts with label New and Renewable Energy. Show all posts
Multi Fungsi G.A. Siwabessy
Menjadi wartawan majalah Aneka EBT (energi baru terbarukan) membuka
kesempatan pada saya untuk belajar banyak hal. Mulai dari pembangkit listrik
tenaga angin, mikro hidro, hingga nuklir. Saya pun mendapat amanah untuk meliput
ke tempat-tempat luar biasa. Salah satunya adalah liputan ke reaktor nuklir
milik Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Di tengah krisis kelistrikan yang
kian parah, pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) menjadi alternatif sumber
energi yang aman, bersih, dan efisien. Namun, PLTN masih menjadi polemik di
masyarakat sehingga saya harus menemui para ahli nuklir untuk meminta
penjelasan mengenai keuntungan dan bahaya nuklir.
Energi Terbarukan Sumba Iconic Island
Mengunjungi seluruh
provinsi di Indonesia merupakan salah satu cita-cita saya sejak dulu. Karena
itu, ketika
Ibu Direktur yang cantik menelepon untuk menyuruh saya liburan liputan
ke Pulau Sumba, saya langsung mengiyakan tanpa pikir panjang. Seharusnya saya
di sana selama 4 hari, tetapi karena satu dan lain hal jadwal diperpendek jadi
2 hari. Alhamdulillah, meski harus bolak-balik telepon dan ke ATM, seluruh
tiket bisa saya reschedule.
Ampas Tebu: Dulu Dibuang Kini Disayang
Pepatah “habis manis sepah dibuang” tampaknya akan segera usang. Maklum saja, ampas tebu yang selama ini dianggap sampah ternyata bisa menjadi penerang rumah. Di India, ampas tebu atau bagase merupakan salah satu bahan baku pembangkit listrik tenaga biomassa. Negara yang menjadi raksasa produsen gula dunia memulai upaya konversi energi baru terbarukan sejak 1988—1989.Langkah itu dimulai dengan dua pabrik gula sebagai pilot project di wilayah Tamil Nadu Penggunaan listriknya secara signifikan baru berjalan setelah tahun 1994 atau lima tahun sejak pilot project. Itu pun pengumuman pemerintah terkait program kogenerasi berbasis ampas tebu atau Bagasse Cogeneration.
Subscribe to:
Posts (Atom)