Showing posts with label Inside My Brain. Show all posts
Showing posts with label Inside My Brain. Show all posts

A Reminder

Dear women,

Staying at home and spending your parents or spouse money is nice.
But earning your own money is a dignity, isn't it?

Don't let your brain "mendokusai"!

(Kartika Restu Susilo)

7 Nasihat Paling Diingat

Bulan Mei ini sudah 8 bulan aku tinggal di Kyoto. Ga kerasa yaah. Meh pinginnya bilang begitu. Tapi sebenernya kerasa banget! Ada hari-hari di mana hidup di Jepang terasa menyenangkan. I feels like I am living in my dream. Tengok aja instagram aku, isinya foto-foto narsis semua. Namun ada pula dark ages, masa di mana depresi datang menyapa. Hidup tuh rasanya hampaaa apalagi tanpa kau di sisiku #eaaa Kalau udah gitu, rasanya pengen loncat ke rel kereta pulang ke pangkuan Ibu Pertiwi aja. Biar bisa ngelendot manja gituuu 😅

Kyoto Story: The Guys Next Door

Alhamdulillah setelah mendapat beasiswa LPDP gue akhirnya jadi juga ke Jepang. Tepatnya di kota Kyoto. Kehidupan gue di Kyoto udah kayak drama Korea. Well, padahal gue baru hidup di sini beberapa hari yaa.. wkwkwk.. Tapi udah ada dua cerita tentang cowok-cowok penghuni apato (apartemen, red) gue.

Cerita pertama terjadi saat gue baru pertama kali tiba di apato. Gue dijemput senpai (senior, red) di bandara KIX karena doi tau gue bawa 2 koper segede gaban. Timbangan di bandara Soetta menunjukkan bobot koper gue seberat 29 kg dan 14 kg. Berat banget kan secara gue segala juga dibawa.

Tujuh Tips Mendapat Beasiswa LPDP

Beasiswa LPDP adalah salah satu beasiswa yang sedang in di Indonesia. Dari ratusan ribu yang mendaftar di seluruh Indonesia, hanya ribuan calon pemimpin masa depan Indonesia yang berkesempatan melanjutkan pendidikan berkat dana abadi pendidikan ini. So, kebayang kan seberapa ketat seleksinya. 

Namun santai aja. Jangan khawatir. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Alhamdulillah saya berhasil menembus seleksi LPDP yang maha susah itu setelah 2 kali ditolak alias ga lolos administrasi. Jadi, sekarang saya mau berbagi pengalaman ama kalian yang mau dan masih berjuang demi perbaikan masa depan. Berikut adalah tujuh tips ala saya supaya kamu bisa mengikuti jejak saya: 

Megahnya Istana Kita

Kita tidak bisa membangun istana di atas pondasi rumah sederhana. Tidak bisa. Kalaupun kita tetap memaksa menggunakan pondasi rumah, maka kita tidak akan menghasilkan istana yang megah. Istana itu akan mudah roboh dan tidak bertahan lama. Sedikit saja guncangan akan sanggup merobohkan tiang-tiang. Tentu bukan istana seperti itu yang kita mau.

Skarifikasi Hati

Dalam dunia perbenihan, ada istilah skarifikasi. Menurut catatan kuliah saya, skarifikasi berarti proses pelukaan kulit biji. Pelukaan itu disengaja, entah dengan menorehkan sayatan atau mematahkan ujung biji. Tujuannya untuk memecah dormansi sehingga biji bisa berkecambah. Skarifikasi biasanya dilakukan pada biji yang berkulit keras, seperti pala, albasia, dan lamtoro. Setelah beberapa waktu, daya berkecambah benih yang terskarifikasi akan lebih baik dibanding yang tidak. 

Catatan Akhir Tahun Sang Pejalan

Disclaimer: tulisan ini murni untuk pengingat pribadi gue di masa depan. Facebook remembers memories way much better than my brain. No offense to anyone. But if you feel offense, I am sorry. Gue ga bermaksud begitu. 

Dua ribu lima belas hampir berakhir. Tahun ini resolusi yang bertajuk "Live my life to the fullest without regrets" berhasil membuat gue memaknai banyak hal: petualangan, kesempatan, keberanian, kebahagiaan, penghargaan, kesepian, dan kehilangan. Beberapa hal gue lakukan dengan suka cita. Beberapa momen harus gue terima dengan lapang dada. Part paling seru tentu saja petualangan. Alhamdulillah tahun ini bolak-balik ke Pulau Sumatera. Mulai dari Medan, Riau, Jambi, sampai Aceh. Sedangkan ke timur, Pulau Sumba jadi saksi bahwa kadang yang kita butuhkan hanya mimpi, dan biarkan Tuhan yang mewujudkan. Semoga tahun depan gue masih bisa berjalan; tidak sendirian tapi bergandengan tangan. Amiinnn... 

Nasehat Bapak

Jalan tol di hadapanku benar-benar lenggang hingga aku tergoda untuk menginjak gas lebih dalam. Sedikit, tapi cukup membuat jarum speedometer menunjuk angka 100 km/jam.

Pelajaran dari Darth Vader

Setiap orang pasti pernah berbuat kejahatan. Aku, kamu, kita, mereka. Jika dunia ini adalah panggung sandiwara, maka setiap kita pernah memerankan tokoh antagonis, setidaknya sekali dalam seumur hidup. Ada tokoh antagonis yang bertobat, dan ada pula yang selalu kumat berbuat jahat. 

8 Tips Travelling Sendirian Buat Cewek

Bagi gue, travelling sendirian itu menyenangkan sekaligus menegangkan. Di Jakarta aja gue sering kecopetan, apalagi kalau jalan-jalan jauh? Waktu awal kerja jadi jurnalis, ibu dan bapak sering banget ngingetin buat hati-hati. Kalau sekarang, nasehatnya lebih panjang: hati-hati menjaga hati #eeaaa

Halo Fisika!

Jangan pernah membenci sesuatu secara berlebihan. Karena apa yang kau benci bisa saja harus kau hadapi di masa depan.

Balada Putri Bunga

Tahun lalu, saya mendaftar Pemilihan Puteri Bunga 2014. Awalnya iseng, tapi kemudian niat itu saya seriusi. Saya pun belajar banyak: mengenal bunga nusantara, menonton video cars merangkai bunga, dan melahap buku-buku kepribadian. Saya pikir tak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru, toh saya memenuhi semua syarat kontes itu, terutama usia. Tahun lalu adalah batas akhir saya berpeluang menjadi Puteri Bunga. 

Kisah Sedekah Pak Tua

Siang tadi sepulang membeli sesuatu untuk seseorang, saya berjumpa dengan seorang kakek di angkot. Bukan karena ia renta dan masih harus bekerja dengan mengamen yang membuat saya iba. Bukan itu, melainkan karena kakek ini kehilangan tangan kanannya. Ya, dia cacat. Penumpang angkot yang penuh hanya memandang kasihan, sedangkan si kakek selalu menoleh lantaran malu dikasihani. Lalu satu per satu penumpang turun, menyisakan saya dan kakek itu. Dan perang batin mulai terjadi di kepala saya. 
"Ayo Tika, kasih uang ke kakek itu. Sedekah." 
"Ngapain? Paling itu modus pengamen. Anak-anaknya kemana? Koq tega bapaknya disuruh kerja." 
"Ya udah, seenggaknya bayarin ongkosnya. Ga nyampe Rp5.000."
"Ya elah, ngasih pengamen seribu juga cukup kali." 

Catatan Perjalanan Sang Nona

Berjalanlah... Berjalanlah menjelajah bumi. Perintah itu ada dalam kitab suci. Kau akan mulai berkemas. Memilih dan memilah bekal perjalanan. Kadang kau akan membebani diri dengan barang bawaan yang tak perlu. Sedangkan barang penting justru alpa masuk di ranselmu. Tak apa. Kau akan sadar bahwa tak semua harta bisa dibawa. Ah, ini hanya perjalanan dunia yang fana. Sudahkah kau siapkan bekal untuk perjalanan abadi di sana? 

GENAP: Catatan Hati Seorang Istri


Seharusnya, sepasang manusia
memutuskan untuk hidup bersama
karena sudah siap untuk saling menerima.
Bukan hanya karena cinta,
apalagi karena ego semata.

Kutipan itu saya cungkil dari buku GENAP karya Nazrul Anwar. Buku yang penuh dengan quotes yang bikin jleb-jleb di dalamnya. Dengan gaya bahasa orang pertama tunggal, penulis berhasil memosisikan pembaca, termasuk saya, untuk melihat dari sudut pandang si-aku. Saya berkali-kali bilang," iya juga yaa", "ini gue banget", dan "oohhh harusnya begitu" saat membaca halaman demi halaman buku ini. Misalnya saja, di diorama Menunggu Kamu.

Ampas Tebu: Dulu Dibuang Kini Disayang

Pepatah “habis manis sepah dibuang” tampaknya akan segera usang. Maklum saja, ampas tebu yang selama ini dianggap sampah ternyata bisa menjadi penerang rumah. Di India, ampas tebu atau bagase merupakan salah satu bahan baku pembangkit listrik tenaga biomassa. Negara yang menjadi raksasa produsen gula dunia memulai upaya konversi energi baru terbarukan sejak 1988—1989.Langkah itu dimulai dengan dua pabrik gula sebagai pilot project di wilayah Tamil Nadu Penggunaan listriknya secara signifikan baru berjalan setelah tahun 1994 atau lima tahun sejak pilot project. Itu pun pengumuman pemerintah terkait program kogenerasi berbasis ampas tebu atau Bagasse Cogeneration.

Kaca Pecah dan Hati Patah

Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa kembali seperti semula saat jatuh. Salah satunya kacamata. Mau seberusaha apapun diperbaiki, kaca yang pecah tak akan bisa menyatu kembali. Bagi yang minusnya tinggi, kacamata yang pecah menyusahkan sekali. Apalagi tak ada kacamata cadangan. Ditambah stok softlens yang habis. Lengkap sudah penderitaanmu.

5 Tips Liburan Murah di Bali

Siapa yang tak mengenal pesona keindahan Pulau Dewata? Ikon pariwisata Indonesia itu dikunjungi jutaan turis setiap tahun, baik lokal maupun mancanegara. Tujuan mereka sama: berlibur, entah berjemur di pantai atau menikmati kesejukan angin gunung. Bagi sebagian orang, boleh jadi liburan ke Bali identik dengan mahal. Kesannya cuma orang berpunya yang boleh menikmati hangatnya Pantai Kuta atau sejuknya udara Ubud. Yang tidak berduit, silahkan angkat kaki dari sini. Huuffff!

Tapi, sebenarnya Bali tidak semahal itu koq. Tahun 2013, saya dan empat teman backpakeran ke sana. Dengan budget minim (Rp1.000.000/orang, kurs 2013) kami bisa bertahan hidup di Bali selama seminggu. Kami menghemat dana di beberapa pos, bahkan habis-habisan memangkas pengeluaran tertentu. Dan seperti biasa, mandat mengatur keuangan jatuh ke tangan saya.

Nah, ini beberapa tips dari saya yang berhasil dipraktekkan di Bali:

When Life Gets Hard

Hidup tak selamanya menyenangkan. Adakalanya kita terpuruk dalam kesedihan, kesepian, dan kesengsaraan. Mimpi yang tak tergapai dan realita yang menyakitkan membuat seolah kita tak cukup berharga untuk melanjutkan hidup. Gue beruntung punya teman-teman yang bersedia menampung curahan galau, seabsurd apapun cerita gue.