Kirei desu ne!” Kalimat yang berarti “cantik yaa” dalam bahasa Jepang itu tak henti
terucap dari bibir saya saat menjejakkan kaki di Kyoto Botanical Garden (植物園), Jepang. MasyaAllah tak henti-henti saya mengagumi
keindahan sakura yang tengah semarak berbunga. Hal senada juga terucap dari
bibir kawan-kawan yang baru pertama kali melihat sakura. Pesona pohon sakura
ketika berbunga mekar memang luar biasa. Seluruh cabang, ranting, dan anak
ranting penuh dengan bunga tanpa kehadiran daun sehingga sedap dipandang mata.
Showing posts with label Reviews. Show all posts
Showing posts with label Reviews. Show all posts
Mulutmu Harimaumu
Never complain in public. You don't know what will happen next.
Weekend lalu aku janjian dengan BFF aka Reza buat nonton. Entah film apapun di bioskop manapun. Awalnya kami mau nonton di Summarecon Bekasi. Namun kami berubah pikiran dan nonton di Grand Mall Bekasi. Sampai sana, antriannya penuh! Ada 10 pilihan film yang bisa kami tonton, 7 film luar dan sisanya film Indonesia. Galaulah kami berdua menentukan mau nonton yang mana: Keanu Reeves di Daughter of God; Leo di Caprio di Revenant; atau Chris Pine di Finest Hours.
Namun setelah 45 menit mengantri, akhirnya pilihan jatuh ke Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) Haha. Hidup perfilman Indonesia!
GENAP: Catatan Hati Seorang Istri
Seharusnya, sepasang manusia
memutuskan untuk hidup bersama
karena sudah siap untuk saling menerima.
Bukan hanya karena cinta,
apalagi karena ego semata.
Kutipan itu saya cungkil dari buku GENAP karya Nazrul Anwar. Buku yang penuh dengan quotes yang bikin jleb-jleb di dalamnya. Dengan gaya bahasa orang pertama tunggal, penulis berhasil memosisikan pembaca, termasuk saya, untuk melihat dari sudut pandang si-aku. Saya berkali-kali bilang," iya juga yaa", "ini gue banget", dan "oohhh harusnya begitu" saat membaca halaman demi halaman buku ini. Misalnya saja, di diorama Menunggu Kamu.
Ketika Hujan Bersanding dengan Matahari
"Ade, buku yang kamu bilang bagus itu siapa pengarangnya? Judulnya apa?" tanyaku di suatu senja. Galau menuntunku ke toko buku, berusaha mencari ilmu atas apa yang aku rasa. Aku lantas bertanya pada Ade, teman kosanku. Beruntung ia berbaik hati memberi referensi sebuah buku untuk mengobati pilu. Sayang aku lupa pengarang dan judulnya.
"Kurniawan Gunadi mbak, judulnya Hujan Matahari," jawab Ade via SMS.
"Koq di Gramedia ga ada ya? Udah aku cari-cari," balasku 30 menit kemudian.
"Emang ga dijual di sana mbak. Harus pre order. Kalau mbak mau baca, nanti malam aku pinjemin. Kebetulan udah dibalikin temanku," balas Ade.
Huuffh, baiklah. Balik kanan bubar jalan. Semoga buku itu benar-benar bagus, gumamku.
***
Subscribe to:
Posts (Atom)
