Showing posts with label Curhatorial. Show all posts
Showing posts with label Curhatorial. Show all posts

A Reminder

Dear women,

Staying at home and spending your parents or spouse money is nice.
But earning your own money is a dignity, isn't it?

Don't let your brain "mendokusai"!

(Kartika Restu Susilo)

The Best Gift Ever

My Sensei (Professor) and I were heading to Kyotango when he turned his car to Miketsukuni Wakasa Obama Food Cultural Center. "You need your own chopstick. I will give you as a graduation gift," said him. Obama city is famous as Japan's chopsticks capital, and Wakasa chopstick is one of the best chopsticks they ever have. 

Taat Aturan di Negara Orang

Pernah berurusan dengan kepolisian setempat saat di negara orang? Aku pernah. Di hari pertama ngebackpack ke NY, aku udah berhadapan dengan NYPD!! Kalau di film sih mereka keren. Aslinya sumpah bikin takut 😨

Jadi, ceritanya aku dan temanku jalan ke Brooklyn Bridge. Saat itu hujan turun agak deras, jadi ga banyak turis yang ke sana. Di situ udah ada tanda bahwa pejalan kaki musti jalan di sebelah kanan. Sementara sebelah kiri untuk jalur sepeda. Karena lagi hujan, jalur kiri kosong banget. Jadi, demi estetika foto IG, aku berpose di jalur itu (JANGAN DICONTOH!) Temen jalanku kebetulan orang Jepang yang taat aturan, jadi dia ngingetin aku untuk kembali ke jalur yang benar.

Luka Dalam yang Tak Disembuhkan

Luka dalam yang tak disembuhkan berpotensi menyebabkan rasa sakit di kemudian hari. Mungkin dari luar terlihat baik-baik saja, tapi ternyata tidak. Luka dalam yang tidak 100% sembuh akan membuatmu meringis sampai menangis di malam hari. Bagian yang harusnya tidak merasakan sakit pada akhirnya ikut menderita lantaran beban yang harus dirasakan. Untuk mengobatinya, butuh waktu yang sangat lama dan kesabaran tiada batas.

Ini bukan tentang luka dalam hati. Ini tentang cedera di kaki yang tak kunjung pergi. Mungkin kau benar. Tuhan sedang memintaku untuk stop jalan-jalan.

7 Nasihat Paling Diingat

Bulan Mei ini sudah 8 bulan aku tinggal di Kyoto. Ga kerasa yaah. Meh pinginnya bilang begitu. Tapi sebenernya kerasa banget! Ada hari-hari di mana hidup di Jepang terasa menyenangkan. I feels like I am living in my dream. Tengok aja instagram aku, isinya foto-foto narsis semua. Namun ada pula dark ages, masa di mana depresi datang menyapa. Hidup tuh rasanya hampaaa apalagi tanpa kau di sisiku #eaaa Kalau udah gitu, rasanya pengen loncat ke rel kereta pulang ke pangkuan Ibu Pertiwi aja. Biar bisa ngelendot manja gituuu 😅

Kyoto Story: The Guys Next Door

Alhamdulillah setelah mendapat beasiswa LPDP gue akhirnya jadi juga ke Jepang. Tepatnya di kota Kyoto. Kehidupan gue di Kyoto udah kayak drama Korea. Well, padahal gue baru hidup di sini beberapa hari yaa.. wkwkwk.. Tapi udah ada dua cerita tentang cowok-cowok penghuni apato (apartemen, red) gue.

Cerita pertama terjadi saat gue baru pertama kali tiba di apato. Gue dijemput senpai (senior, red) di bandara KIX karena doi tau gue bawa 2 koper segede gaban. Timbangan di bandara Soetta menunjukkan bobot koper gue seberat 29 kg dan 14 kg. Berat banget kan secara gue segala juga dibawa.

Megahnya Istana Kita

Kita tidak bisa membangun istana di atas pondasi rumah sederhana. Tidak bisa. Kalaupun kita tetap memaksa menggunakan pondasi rumah, maka kita tidak akan menghasilkan istana yang megah. Istana itu akan mudah roboh dan tidak bertahan lama. Sedikit saja guncangan akan sanggup merobohkan tiang-tiang. Tentu bukan istana seperti itu yang kita mau.

Skarifikasi Hati

Dalam dunia perbenihan, ada istilah skarifikasi. Menurut catatan kuliah saya, skarifikasi berarti proses pelukaan kulit biji. Pelukaan itu disengaja, entah dengan menorehkan sayatan atau mematahkan ujung biji. Tujuannya untuk memecah dormansi sehingga biji bisa berkecambah. Skarifikasi biasanya dilakukan pada biji yang berkulit keras, seperti pala, albasia, dan lamtoro. Setelah beberapa waktu, daya berkecambah benih yang terskarifikasi akan lebih baik dibanding yang tidak. 

Catatan Akhir Tahun Sang Pejalan

Disclaimer: tulisan ini murni untuk pengingat pribadi gue di masa depan. Facebook remembers memories way much better than my brain. No offense to anyone. But if you feel offense, I am sorry. Gue ga bermaksud begitu. 

Dua ribu lima belas hampir berakhir. Tahun ini resolusi yang bertajuk "Live my life to the fullest without regrets" berhasil membuat gue memaknai banyak hal: petualangan, kesempatan, keberanian, kebahagiaan, penghargaan, kesepian, dan kehilangan. Beberapa hal gue lakukan dengan suka cita. Beberapa momen harus gue terima dengan lapang dada. Part paling seru tentu saja petualangan. Alhamdulillah tahun ini bolak-balik ke Pulau Sumatera. Mulai dari Medan, Riau, Jambi, sampai Aceh. Sedangkan ke timur, Pulau Sumba jadi saksi bahwa kadang yang kita butuhkan hanya mimpi, dan biarkan Tuhan yang mewujudkan. Semoga tahun depan gue masih bisa berjalan; tidak sendirian tapi bergandengan tangan. Amiinnn... 

Pelajaran dari Darth Vader

Setiap orang pasti pernah berbuat kejahatan. Aku, kamu, kita, mereka. Jika dunia ini adalah panggung sandiwara, maka setiap kita pernah memerankan tokoh antagonis, setidaknya sekali dalam seumur hidup. Ada tokoh antagonis yang bertobat, dan ada pula yang selalu kumat berbuat jahat.