Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Mulutmu Harimaumu

Never complain in public. You don't know what will happen next. 

Weekend lalu aku janjian dengan BFF aka Reza buat nonton. Entah film apapun di bioskop manapun. Awalnya kami mau nonton di Summarecon Bekasi. Namun kami berubah pikiran dan nonton di Grand Mall Bekasi. Sampai sana, antriannya penuh! Ada 10 pilihan film yang bisa kami tonton, 7 film luar dan sisanya film Indonesia. Galaulah kami berdua menentukan mau nonton yang mana: Keanu Reeves di Daughter of God; Leo di Caprio di Revenant; atau Chris Pine di Finest Hours. Namun setelah 45 menit mengantri, akhirnya pilihan jatuh ke Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) Haha. Hidup perfilman Indonesia! 

Fadly Padi: Yaa Penyanyi, Yaa Petani

Dua tahun lalu, editor saya memberi tugas untuk mencari artis yang hobi bercocok tanam. Hasil searching di Google mengarahkan saya pada satu nama: Fadly, Sang Vokalis Padi. Aiiiihhh… Siapa yang ga kenal suara Beliau? Saya mau banget ketemu sama orangnya langsung! Tapi bagaimana saya bisa menghubungi kalau tidak ada link dengan dia? Karena usulan sudah disetujui dalam forum bersama, maka saya harus bisa meliput Fadly. Harus bisa bagaimanapun caranya!

Multi Fungsi G.A. Siwabessy

Menjadi wartawan majalah Aneka EBT (energi baru terbarukan) membuka kesempatan pada saya untuk belajar banyak hal. Mulai dari pembangkit listrik tenaga angin, mikro hidro, hingga nuklir. Saya pun mendapat amanah untuk meliput ke tempat-tempat luar biasa. Salah satunya adalah liputan ke reaktor nuklir milik Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Di tengah krisis kelistrikan yang kian parah, pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) menjadi alternatif sumber energi yang aman, bersih, dan efisien. Namun, PLTN masih menjadi polemik di masyarakat sehingga saya harus menemui para ahli nuklir untuk meminta penjelasan mengenai keuntungan dan bahaya nuklir.

Aku Diponegoro: Sang Pangeran dalam Ingatan Bangsa

Saya mengetahui pameran ini dari postingan facebook Pak Anies Baswedan. Pak Menteri Pendidikan Dasar itu menyarankan untuk belajar sejarah dari kesenian, salah satunya seni lukis. Pameran ini bertema “Aku Diponegoro: Sang Pangeran Dalam Ingatan Bangsa”. Bekerja sama dengan Goethe Institut, pemerintah Indonesia akhirnya berhasil merestorasi lukisan Raden Saleh yang bertajuk “Penangkapan Pangeran Diponegoro”.