Luka Dalam yang Tak Disembuhkan

Luka dalam yang tak disembuhkan berpotensi menyebabkan rasa sakit di kemudian hari. Mungkin dari luar terlihat baik-baik saja, tapi ternyata tidak. Luka dalam yang tidak 100% sembuh akan membuatmu meringis sampai menangis di malam hari. Bagian yang harusnya tidak merasakan sakit pada akhirnya ikut menderita lantaran beban yang harus dirasakan. Untuk mengobatinya, butuh waktu yang sangat lama dan kesabaran tiada batas.

Ini bukan tentang luka dalam hati. Ini tentang cedera di kaki yang tak kunjung pergi. Mungkin kau benar. Tuhan sedang memintaku untuk stop jalan-jalan.

Semarak Sakura di Kyoto Botanical Garden

Kirei desu ne!” Kalimat yang berarti “cantik yaa” dalam bahasa Jepang itu tak henti terucap dari bibir saya saat menjejakkan kaki di Kyoto Botanical Garden (植物園), Jepang. MasyaAllah tak henti-henti saya mengagumi keindahan sakura yang tengah semarak berbunga. Hal senada juga terucap dari bibir kawan-kawan yang baru pertama kali melihat sakura. Pesona pohon sakura ketika berbunga mekar memang luar biasa. Seluruh cabang, ranting, dan anak ranting penuh dengan bunga tanpa kehadiran daun sehingga sedap dipandang mata.

7 Nasihat Paling Diingat

Bulan Mei ini sudah 8 bulan aku tinggal di Kyoto. Ga kerasa yaah. Meh pinginnya bilang begitu. Tapi sebenernya kerasa banget! Ada hari-hari di mana hidup di Jepang terasa menyenangkan. I feels like I am living in my dream. Tengok aja instagram aku, isinya foto-foto narsis semua. Namun ada pula dark ages, masa di mana depresi datang menyapa. Hidup tuh rasanya hampaaa apalagi tanpa kau di sisiku #eaaa Kalau udah gitu, rasanya pengen loncat ke rel kereta pulang ke pangkuan Ibu Pertiwi aja. Biar bisa ngelendot manja gituuu 😅

Kyoto Story: The Guys Next Door

Alhamdulillah setelah mendapat beasiswa LPDP gue akhirnya jadi juga ke Jepang. Tepatnya di kota Kyoto. Kehidupan gue di Kyoto udah kayak drama Korea. Well, padahal gue baru hidup di sini beberapa hari yaa.. wkwkwk.. Tapi udah ada dua cerita tentang cowok-cowok penghuni apato (apartemen, red) gue.

Cerita pertama terjadi saat gue baru pertama kali tiba di apato. Gue dijemput senpai (senior, red) di bandara KIX karena doi tau gue bawa 2 koper segede gaban. Timbangan di bandara Soetta menunjukkan bobot koper gue seberat 29 kg dan 14 kg. Berat banget kan secara gue segala juga dibawa.

Tujuh Tips Mendapat Beasiswa LPDP

Beasiswa LPDP adalah salah satu beasiswa yang sedang in di Indonesia. Dari ratusan ribu yang mendaftar di seluruh Indonesia, hanya ribuan calon pemimpin masa depan Indonesia yang berkesempatan melanjutkan pendidikan berkat dana abadi pendidikan ini. So, kebayang kan seberapa ketat seleksinya. 

Namun santai aja. Jangan khawatir. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Alhamdulillah saya berhasil menembus seleksi LPDP yang maha susah itu setelah 2 kali ditolak alias ga lolos administrasi. Jadi, sekarang saya mau berbagi pengalaman ama kalian yang mau dan masih berjuang demi perbaikan masa depan. Berikut adalah tujuh tips ala saya supaya kamu bisa mengikuti jejak saya: 

Kelas Inspirasi Bandung 4: Capturing The Moment

Setelah tahun lalu saya mengikuti KI Bekasi 2 dan KI Jakarta 4 tahun lalu, kali ini giliran kota Bandung yang saya datangi. Namun, berbeda dengan dua Kelas Inspirasi sebelumnya, pada KI Bandung 4 ini saya memilih berperan sebagai relawan dokumentator. Berbekal kamera Nikon D90 yang super duper guedeee banget, saya pun berusaha mengabadikan momen-momen menyenangkan di Hari Inspirasi. Seru deh motretin anak-anak di SDN Babakan Ciparay Bandung. 

Tak hanya memotret, ternyata saya juga berkesempatan mengajar di jam pertama. Pasalnya, relawan Inspirator yang seharusnya masuk ke kelas 3 belum datang. Hiyaahh,, padahal saya ga punya persiapan mengajar apa-apa. Ya udah deh semampunya. Alhamdulillah, bisa mengajari anak-anak sedikit mengenai dunia kepenulisan. Sayang ga ada yang motoin. Hiks.. Dan minggu lalu, salah satu karya saya dipajang di Pameran Kelas Inspirasi Bandung 3. Aiihh.. terharu. Salam Kelas Inspirasi! (Kartika Restu Susilo)

Tak Hanya Hasilkan Susu

Tidak membuang kotoran sapi! Itu yang dilakukan para peternak sapi perah di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Mereka memanfaatkan kotoran sapi untuk menghasilkan energi. Dari telekong—nama lain kotoran sapi—para peternak mampu mengubahnya menjadi biogas yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, misalnya untuk bahan bakar genset, lampu penerangan, memasak, serta water heater (pemanas air) yang sangat dibutuhkan bagi warga.