Ampas Tebu: Dulu Dibuang Kini Disayang

Pepatah “habis manis sepah dibuang” tampaknya akan segera usang. Maklum saja, ampas tebu yang selama ini dianggap sampah ternyata bisa menjadi penerang rumah. Di India, ampas tebu atau bagase merupakan salah satu bahan baku pembangkit listrik tenaga biomassa. Negara yang menjadi raksasa produsen gula dunia memulai upaya konversi energi baru terbarukan sejak 1988—1989.Langkah itu dimulai dengan dua pabrik gula sebagai pilot project di wilayah Tamil Nadu Penggunaan listriknya secara signifikan baru berjalan setelah tahun 1994 atau lima tahun sejak pilot project. Itu pun pengumuman pemerintah terkait program kogenerasi berbasis ampas tebu atau Bagasse Cogeneration.

Curug Cipendok, Objek Wisata Purwokerto

"Habis ini kemana Mbak?" tanya Kiki, sepupu yang menemani liputan.
"Objek wisata di Purwokerto yang instagramable apa?" saya balik bertanya.
"Baturaden."
"Bosen. Yang lain?"
"Ada Pantai Menganti, tapi jauh."
"Yaah."
"Ke Curug Cipendok aja Mbak. Deket dari sini. Bagus," tetiba pak supir ikut nimbrung pembicaraan kami.
"Okay. Kita ke sana," ujar saya spontan.
Kemana ini akan membawaku, aku takkan pernah tahu...
Sayup suara Duta Sheila on 7 menemani perjalanan kami siang itu.

***

Kaca Pecah dan Hati Patah

Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa kembali seperti semula saat jatuh. Salah satunya kacamata. Mau seberusaha apapun diperbaiki, kaca yang pecah tak akan bisa menyatu kembali. Bagi yang minusnya tinggi, kacamata yang pecah menyusahkan sekali. Apalagi tak ada kacamata cadangan. Ditambah stok softlens yang habis. Lengkap sudah penderitaanmu.

Touchdown Kualanamu

Bulan Januari silam, saya mengikuti lomba menulis bandara Kualanamu, Medan. Tulisan itu saya publikasikan di sini  Sayangnya gagal. Lebih tepatnya saya tidak tahu siapa yang jadi juaranya. Dan tulisan itu pun terabaikan begitu saja.

Terus, kenapa sekarang mengungkit ini?

5 Tips Liburan Murah di Bali

Siapa yang tak mengenal pesona keindahan Pulau Dewata? Ikon pariwisata Indonesia itu dikunjungi jutaan turis setiap tahun, baik lokal maupun mancanegara. Tujuan mereka sama: berlibur, entah berjemur di pantai atau menikmati kesejukan angin gunung. Bagi sebagian orang, boleh jadi liburan ke Bali identik dengan mahal. Kesannya cuma orang berpunya yang boleh menikmati hangatnya Pantai Kuta atau sejuknya udara Ubud. Yang tidak berduit, silahkan angkat kaki dari sini. Huuffff!

Tapi, sebenarnya Bali tidak semahal itu koq. Tahun 2013, saya dan empat teman backpakeran ke sana. Dengan budget minim (Rp1.000.000/orang, kurs 2013) kami bisa bertahan hidup di Bali selama seminggu. Kami menghemat dana di beberapa pos, bahkan habis-habisan memangkas pengeluaran tertentu. Dan seperti biasa, mandat mengatur keuangan jatuh ke tangan saya.

Nah, ini beberapa tips dari saya yang berhasil dipraktekkan di Bali:

Ketika Hujan Bersanding dengan Matahari

"Ade, buku yang kamu bilang bagus itu siapa pengarangnya? Judulnya apa?" tanyaku di suatu senja. Galau menuntunku ke toko buku, berusaha mencari ilmu atas apa yang aku rasa. Aku lantas bertanya pada Ade, teman kosanku. Beruntung ia berbaik hati memberi referensi sebuah buku untuk mengobati pilu. Sayang aku lupa pengarang dan judulnya.

"Kurniawan Gunadi mbak, judulnya Hujan Matahari," jawab Ade via SMS. 
"Koq di Gramedia ga ada ya? Udah aku cari-cari," balasku 30 menit kemudian. 
"Emang ga dijual di sana mbak. Harus pre order. Kalau mbak mau baca, nanti malam aku pinjemin. Kebetulan udah dibalikin temanku," balas Ade.

Huuffh, baiklah. Balik kanan bubar jalan. Semoga buku itu benar-benar bagus, gumamku.
***

Cerpen : Apakah Kamu Akan Berubah Pikiran?

Apabila kamu mengetahui yang sebenarnya tentang orang yang dulu kamu tolak kehadirannya. Bahwa dia adalah orang yang paling sabar menunggumu, paling depan dalam
memudahkan setiap urusan hidupmu secara sembunyi-sembunyi. Apakah kamu akan berubah pikiran?